Home » » Tentang Kita

Tentang Kita

tentang kita, instrokpesi diri
Ada sebuah cerita menarik tentang seorang ayah yang sedang memarahi anaknya di Amerika, konon disana mantan presiden Lincoln begitu sukses dan dikagumi pada jamannya sehingga orang tua di sana mempunyai kebiasaan memarahi anaknya dengan menggambarkan Lincoln. Lalu Pernah ada seorang ayah dengan wajah memerah memarahi anaknya dengan berkata, "Kamu sudah umur 10 tahun masih kok seperti ini. Dulu Lincoln ketika berumur 10 tahun sudah pintar dan melakukan banyak hal, membantu orang tua, mencari uang sendiri bahkan di sekolah selalu juara, sedangkan kamu sudah seumur ini masih bodoh saja. Lihat Lincoln, pada seumur kamu sudah bisa ini dan itu."  Anaknya yang mendengarkan berkali-kali menjadi akhirnya berpikir dan berkata, "Yah, Lincoln pada saat seumur Ayah kan sudah menjadi Presiden Amerika. Kenapa Ayah belum?"
Ini hanya sebuah fragmen yang sering terjadi dalam kehidupan kita, Kita terbiasa membandingkan seseorang dengan orang lain. Kadang kita berkata, "Coba lihat anak nya si A atau suaminya si B, atau istrinya si C. ia pintar bisa begini dan begitu." Tetapi kita lupa bahwa di tempat lain tersebut situasinya berdeda dengan situasi kita. sehingga menjadi kebiasaan kita sering menyalahkan orang atau the blaming game. Kemudian diikuti oleh perkataan, "Kamu kok tidak bisa seperti ini?" Lalu kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik. Padahal kadang kita tidak sadar bahwa kita sendiri tidak sebaik ayahnya si A atau istrinya si B atau suaminya si C yang dibandingkan tersebut.
ada juga bos yang memarahi anak buahnya dengan mengatakan "Kenapa kalian tidak bisa sebagus perusahaan ANU, mereka bisa mencapai tingkat penjualan tinggi, semangat mereka bagus dan lain2". sedangkan di sisi lain si Bos mungkin lupa bahwa karyawan di perusahaan lain bisa jadi mendapatkan gaji yang lebih tinggi atau bisa jadi perusahaan lain memiliki bos yang baik hati.
inilah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita sering memotong-motong dan mau mengambil sebagian saja dari contoh orang yang baik. Tetapi kita tidak mau melihat diri kita sendiri dan memperbaikinya bahwa kita belum melakukan yang terbaik untuk orang lain dan kita pun banyak melakukan kesalahan, banyak kekurangan bila dibandingkan dengan orang lain.
Maka kita harus reinstrospeksi terhadap diri sendiri. Tidak sekedar menyalahkan orang lain, tetapi tidak mau menyadari diri sendiri. Ada hal yang menarik dalam kehidupan ini. Bahwa orang sering berkata, "Kalau saja anakku sepintar dia." Tetapi kita tidak mau mendidik anak kita sebaik dia mendidik anaknya.
Sudah saatnya kita mulai melihat kedalam lagi pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik? Apakah yang kita berikan sudah sebaik yang diberikan orang lain?
Sebelum kita mulai menudingkan jari pada orang lain, ada baiknya kita menyadari bahwa dibalik hasil yang tampak lebih baik dari orang lain tersebut, ada pengorbanan dan usaha yang lebih besar pula untuk memperoleh hasil tersebut.
Semuanya yang terjadi, adalah tentang Kita, jangan melihat orang lain sebelum melihat diri kita sendiri. Semoga kita bisa belajar terus introspeksi.

Dari grup WA Oleh : Fitra Jaya Saleh (FJS)

0 komentar:

Posting Komentar